* SELAMAT DATANG DI SEKAWAN SERVIS ELECTRONIC * SERVIS:TV,COMPUTER,DVC,Ampli fier dll. * Spesialis Kulkas,AC Rumah, AC mobil dan Mesin Cuci. * Alamat: Taraman Sidoharjo Sragen *

Sekawan Servis Pendingin


Sistem Pendingin Air Conditioner (AC) merupakan :suatu komponen/peralatan yang dipergunakan untuk mengatur suhu, sirkulasi, kelembaban dan kebersihan udara didalam ruangan.

Air Conditioner AC) mempertahankan kondisi udara baik suhu dan kelembabannya agar nyaman dengan cara sebagai berikut :

v) Pada saat suhu ruangan tinggi AC akan mengambil panas dari udara  sehingga suhu ruangan turun, dan sebaliknya ketika suhu ruangan rendah AC akan memberikan panas ke udara sehingga suhu udara akan naik.

v) Bersamaan dengan itu kelembaban udara juga dikurangi sehingga kelembaban udara dipertahankan pada tingkat yang nyaman. Fungsi Sistem AC Sistem Air Conditioner ( AC ) digunakan untuk membuat temperatur udara di dalam suatu ruangan menjadi nyaman. Apabila suhu pada suatu ruangan terasa panas maka udara panas ini diserap sehingga temperaturnya menurun. Apabila udara dalam ruangan lembab maka kelembaban akan dikurangi sehingga udara dipertahankan pada tingkat yang menyenangkan. Udara lembab pada kendaraan menyebabkan kondensasi yang dapat menghalangi pandangan. Dengan menghidupkan sistem AC maka kondensasi ini dapat dihilangkan, karena udara yang dikeluarkan dari sistem AC adalah udara kering. Selain itu udaranya bersih karena sudah melewati sistem penyaringan.

Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem AC berfungsi untuk :

1. Mendinginkan udara.

 2. Mereduksi tingkat kelembaban udara.

3. Mensirkulasi udara.

4. Membersihkan udara.

Gangguan Pada Siklus Refrigeran .

Refrigeran yang dipakai pada unit refrigerasi dan AC berfungsi :sebagai media penukar kalor. Efek pendinginan yang diperoleh tergantung dari jumlah isi refrigeran yang ada di dalam sistemnya, setting, dan kondisi saluran yang dilewatinya serta kondisi sekitarnya.

1.Over Charge Gejala yang dapat ditimbulkan :

* Tekanan discharge dan tekanan suction di atas normal.

* Pada saluran suction timbul bunga es.

* Efek pendinginan kurang.

2.Under Charge Gejala yang dapat ditimbulkan :

* Tekanan discharge dan tekanan suction di bawah normal.

* Kompressor bekerja terus menerus dan arus motor kompressor di bawah normal.

* Efek pendinginan kurang.

3.Bocor/Leaking Gejala yang ditimbulkan :

hampir sama dengan under charge. Untuk membedakannya perlu dilakukan tes kebocoran dengan menggunakan alat detector kebocoran atau menggunakan cara tradisional yaitu air sabun.

4.Buntu/Kotor (tersumbat) Saluran yang rawan buntu atau tersumbat oleh endapan lumpur/kerak adalah : katup ekspansi dan filter,Gejala yang timbul :

tekanan suction cenderung vacuum, walaupun refrigeran charge terus ditambah. Under Condensing Bila tekanan discharge di atas normal, maka dapat disebabkan karena kondensernya kotor atau kurang pendinginan.

Untuk mengatasi ini maka dapat dilakukan sebagai berikut :

* Membersihkan kondenser (cleaning).

* Meningkatkan efek pendinginan kondenser dengan jalan :

      – Menaikkan putaran fan kondenser (bila ada).

      – Meningkatkan volume air pendingin kondenser (water cooled).

 Over  Condensing Bila tekanan discharge di bawah normal, maka dapat disebabkan oleh suhu lingkungan mendadak turun atau efek pendinginan kondenser yang terlalu besar, yaitu volume air pendingin terlalu besar (pada water cooled kondenser). Untuk mengatasinya maka perlu mengatur efek pendinginan kondenser yaitu dengan mengatur kecepatan fan dan mengatur volume air pendingin. Bunga Es di Evaporator (Frost) Biasanya evaporator telah dilengkapi degan sistem pencairan bunga es (sistem defrost) yang menumpuk di permukaan coil evaporator. Tetapi bila sistem defrostnya gagal bekerja sehingga terjadi penumpukan bunga es di coil evaporator maka akan dapat menghambat penyerapan panas oleh evaporator. Akibatnya proses evaporasi tidak berjalan dengan maksimal,sehingga masih ada liquid refrigeran yang keluar dari evaporator.

Prinsip Kerja Sistem AC Pada keluaran kompressor refrigeran bersuhu dan bertekanan rendah mengandung panas yang diserap dari evaporator dan panas yang dihasilkan oleh kompressor pada langkah tekan. Gas refrigeran ini mengalir ke kondenser. Didalam kondenser di embunkan menjadi ciran refrigeran bertekanan tinggi. Cairan refrigeran ini mengalir ke filter. Di filter cairan disaring dan disimpan sampai evaporator membutuhkan refrigeran untuk di uapkan. Pipa kapiler merubah cairan refrigeran menjadi bersuhu dan bertekanan rendah dengan bentuk kabut. Refrigeran bersuhu rendah dan berbentuk kabut tersebut mengalir kedalam evaporator. Di evaporator refrigeran menguap dan mengambil panas dari udara hangat yang ilewatkan di evaporator. Seluruh cairan berubah menjadi gas refrigeran didalam evaporator dan gas yang mempunyai panas tersebut mengalir kedalam kompressor. Selanjutnya proses tersebut berulang kembali, berikut gambaran dari prinsip kerja sistem AC.

Dari prinsip kerja diatas kita telah mengerti bagaimana prinsip kerja sistem AC. Selain itu kita juga dapat menjelaskan tentang prinsip kerja sistem AC secara sederhana atau tidak seperti penjelasan yang telah dijelaskan tadi. Prinsip kerjanya seperti berikut :

“Apabila tangan kita dibasahi dengan alkohol maka tangan kita akan terasa dingin. Hal ini disebabkan adanya penguapan pada alkohol. Saat alkohol menguap, sebagian panas dari tangan kita diserap oleh alkohol untuk mempercepat proses penguapan, oleh karena itu tangan kita akan terasa dingin. Kita dapat membuat suatu benda yang menjadi lebih dingin dengan menggunakan gejala alam ini yaitu ketika cairan menguap menyerap panas. Suatu bejana yang memakai kran dimasukkan ke dalam kotak terisolasi. Cairan yang mudah menguap pada temperatur atmosfir dimasukkan ke dalam bejana. Apabila kran dibuka, cairan yang berada di dalam menyerap panas dari udara di dalam kotak, cairan berubah menjadi gas dan bergerak ke luar. Dalam kondisi seperti ini temperatur udara di dalam kotak lebih dingin dari pada sebelum kran dibuka. Dengan cara inilah kita dapat mendinginkan suatu benda.”

 Tetapi pada contoh diatas hanya berlaku sesaat selama cairan yang akan menguap masih tersedia. Bila cairan sudah habis maka proses pendingin berakhir. Untuk itu diperlukan efek pendingin yang menggunakan metode dimana gas dikembalikan menjadi cairan dan selanjutnya kembali menguap menjadi gas.

Cara Kerja Sistem AC : Mula – mula gas refrigeran dihisap oleh kompressor dan ditekan keluar dengan tekanan mencapai ± 15 kg/cm2 dan suhu ± 70 derajat celcius. Gas bertekanan dan suhu tinggi ini dialirkan ke kondensor. Dalam kondensor gas refrigeran mendapat hembusan udara dari kipas pendingin sehingga panas latent yang terkandung didalamnya terbuang, akibatnya gas refrigeran berubah dari gas ke cair. Suhu refrigeran menurun sekitar 50 derajat celcius. Refrigeran dalam bentuk cair ini selanjutnya mengalir menuju filter. Pada filter refrigeran disaring, refrigeran yang sudah disaring selanjutnya akan disemprotkan oleh katup ekspansi sehingga menjadi kabut refrigeran dan dialirkan ke evaporator. Saat berada pada evaporator, refrigeran menyerap panas disekitarnya sehingga proses penguapan gas terjadi lebih cepat. Karena panas pada saluran evaporator diserap oleh refrigeran, maka suhu saluran tersebut menurun. Dengan menghembuskan udara didepan evaporator, maka udara yang bergerak melewati evaporator tersebut suhunya akan turun ( udara menjadi sejuk ). Selanjutnya gas refrigeran kembali dihisap oleh kompressor. Pada katup ekspansi terdapat pipa kapiler yang dihubungkan dengan sebuah tabung peraba panas ( penyensor panas ). Pada pipa kapiler ini terdapat gas yang akan mengatur kerja katup ekspansi sesuai kondisi suhu pada evaporator.

Procedure-procedure Maintenance Dalam Sistem AC

1. Procedure Pump Down Pump Down adalah :

       suatu proses penampungan gas refrigeran yang ada pada outdoor unit,   indoor unit dan pipa-pipa penghubung serta gas yang ada pada sistem lainnya untuk disimpan didalam kompressor yang terdapat pada outdoor unit.

v)) Adapun langkah kerja dari procedure pump down sebagai berikut :

a. Kompressor harus dalam keadaan running.

b. Pasang manifold gauge tekanan rendah (warna biru) pada service valve, lalu perhatikan tekanan gas yang ada.

c. Tutup valve pada discharge line (pipa kecil) dengan diputar searah jarum jam sampai rapat dengan menggunakan kunci L, dengan demikian maka jarum pada manifold gauge akan bergerak turun ke angka nol.

d. Seiring dengan bergeraknya jarum manifold gauge, valve pada section line (pipa besar) ditutup pelan-pelan (diputar searah jarum jam), setelah jarum jam manifold gauge menunjukan angka nol, valve section line harus tertutup rapat agar jarum tidak terus bergerak ke arah vacum, sebab akan mengakibatkan udara akan masuk tertampung pada outdoor unit. Hal ini akan mengganggu kelancaran sirkulasi refrigeran (mengurangi kapasitas pendinginan).

e. Apabila valve section line sudah tertutup rapat, AC unit harus dimatikan secepat mungkin untuk mencegah kerusakan pada kompressor.

f. Lepas sumber listrik yang terhubung ke unit indoor maupun outdoor, kemudian sambungan pipa-pipa dapat dilepaskan.

2. Procedure Pemasangan Kembali dan Purging :

     Pemasangan indoor unit harus berhati-hati terutama terminationnya, karena akan fatal dan AC tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Penyambungan pipa-pipa penghubung harus hati-hati agar tidak terjadi kebocoran sehingga gas tidak terbuang.

v)) Purging adalah

mengosongkan udara yang ada pada pipa penghubung dan evaporator yang sering dilakukan dengan 2 cara :
§ Purging dengan vacuum pamp.

Dengan cara ini sangat baik karena dapat dipastikan bahwa udara yang ada dalam sistem benar-benar habis.

§ Proses purging, langkah kerja :

      a. Pasang selang manifold gauge pada service valve, kemudian buka valve pada manifold gauge.

      b. Selanjutya buka valve pada discharge line agar gas refrigeran masuk pada pipa penghubung untuk mendorong udara, baik yang di kedua pipa penghubung dan juga pada pipa evaporator, lalu di keluarkan lewat selang manifold warna kuning.

      c. Bila diperkirakan udara sudah habis terbuang keluar, valve manifold segera ditutup dan selanjutnya valve discharge line dan section line dibuka sampai full (putaran berlawanan dengan arah jarum jam).

       d. Setelah proses diatas sudah dilakukan. Air conditioner unit sudah siap untuk diaktifkan, lalu dimonitor tekanan pada refrigeran dengan manifold gauge (tekanan rendah) dan arus running selama 10 menit. NB : – tekanan refrigeran pada section line adalah 60-70 Psi. – untuk arus runningnya disesuaikan dengan nama plate yang ada pada AC.

3. Procedure Leak Testing

Periksa adanya kebocoran gas pada setiap sambungan-sambungan pipa. Pertama-tama periksa tekanan pada gauge manifold, bila tekanannya turun, berarti terjadi kebocoran yang cukup serius. Kebocoran gas dapat dideteksi dengan adanya suara yang ditimbulkan oleh keluarnya gas. Kebocoran yang kecil dapat dideteksi dengan menggunakan busa sabun dan amati keluarnya gelembung-gelembung pada tempat yang mengalami kebocoran. Bila perlu campur air sabun tersebut dengan gliserin untuk meningkatkan aksi gelembungnya. Lakukan pelacakan kebocoran ini dengan seksama secara menyeluruh baik menggunakan alat ataupun indera kita (mata dan telinga).


Pemasangan AC Ruang sangat menetukan kualitas kedinginan dan keawetan AC Ruang, untuk itu bagi anda yang ingin memasang AC Ruang baru atau 2nd dan ingin merawatnya, maka mulailah dari posisi pemasangan, sebab pemasangan yang kurang baik walaupun anda melakukan perawatan cleaning service secara teratur tetap saja AC Ruang anda tidak akan bertahan lama, berikut ini beberapa hal yang perlu anda perhatikan ketika pemasangan AC Ruang:

1, Posisi Indoor Unit
posisi indoor unit harus terletak minimal 15 cm dari atap ini bertujuan agar sirkulasi udara lehih baik sebab udara yang ditiupkan oleh indoor unit dihisap dari bagian atas dan depan indoor unit jadi kalau bagian atas tertutup atap akan sangat mengurangi kualitas pendinginan. Kemudian yang perlu diperhatikan dari pemasangan indoor unit adalah barang yang terletak dibawahnya, jangan memasang indoor unit yang bawahnya sumber listrik, alat elektronik, komputer, dan alat-alat yang tidak boleh terkena air ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila AC Ruang dalam kondisi kotor dan air akan menetes dari indoor unit. Kemudian jangan mengarahkan hembusan udara dingin langsung mengenai tubuh hal ini dapat mengakibatkan kulit menjadi kering dan kurang baik untuk pernafasan.

2, Posisi Outdoor Unit
posisi outdoor unit sangat menentukan keawetan AC Ruang sebab sebagian besar mesin AC Ruang terletak pada outdoor unit, oleh karena itu pemasangan outdoor unit harus lebih rendah minimal 30 cm antara nepel (sambungan pipa) indoor dan outdoor hal ini bertujuan agar oli mesin akan selalu kembali ke outdoor unit, sebab oli kompresor akan ikut bersirkulasi bersama refrigran, jika outdoor lebih tinggi maka oli kompresor dalam 1-2 tahun akan berpindah ke indoor unit dan tidak dapat kembali ke outdoor unit, oli yang berada di indoor unit akan menghalangi penghisapan hawa panas selain itu menyebabkan kompresor kekurangan oli dan lama-kelamaan akan menyebabkan kompresor rusak. Kemudian hal yang tidak kalah pentingnya dalam pemasangan outdoor adalah posisi outdoor minimal 50cm dari depan, 20 cm dari belakang atau kalau memungkinkan ditempat yang mempunyai sirkulasi udara yang baik.

3, Pipa Penghubung Outdoor-Indoor
pipa penghubung harus diperhatikan sebab jika pipa sampai bengkok ini akan mengganggu sirkulasi refrigran. Panjang pipa penghubung yang paling baik antara 3 meter sampai 6 meter (ini adalah panjang ideal) namun jika tidak memungkinkan bisa ditambah hingga 9 meter sampai 12 meter (tergantung daya AC Ruang)
jika kurang dari 3 meter sebaiknya pipa penghubung digulung dibelakang outdoor sehingga mencapai 3 meter.

4, Jalur Pembuangan Air
jalur pembuangan air juga harus diperhatikan sebab jika tidak benar air akan menetes dari indoor unit hal ini membuat tidak nyaman, oleh karena itu saat kita membuat jalur pembuangan air kita harus ingat bahwa air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat lebih rendah.

Demikianlah faktor teknis yang harus diperhatikan dalam pemasangan AC Ruang, faktor keindahan relatif untuk setiap orang jadi tempatkan AC Ruang anda sesuai keinginan anda tetapi tetap dalam keadaan yang aman bagi AC Ruang dan anda.



1. Bearing 507 
dipakaikan ke compressor type Sanden 507


2. Bearing 508
kode part 40BGS12G-2DS dipakaikan ke compressor Futura dan 15 C 


3. Bearing 6001
dipakaikan untuk leher compressor rotari mobil Honda CRV dan untuk pully setelan fan belt




4. Bearing Forsa
kode part 38BG05S6G-2DL dipakaikan untuk compressor type forsa




5. Bearing Genio
kode part 35BG05S7G-2DL dipakaikan untuk compressor mobil Honda Genio




6. Bearing GL
kode part 40BGS12G-2DS dipakaikan untuk compressor 13 C dan Futura




7. Bearing TC
kode part 30BG5222-2DSE dipakaikan untuk compressor 15 A


8. Bearing Vios dan Avanza
kode part 30BG5220-2DSE dipakaikan untuk mobil TO.Vios dan Avanza

1. Kompresor
2. Evaporator
3. Dryer
4. Expansi
5. Magnit Cltuch
6. Thermostart / Thermis
7. Kondensor

Gambar & Fungsinya :
1.Kompresor
Kompresor adalah alat untuk memompa bahan pendingin (refrigeran) agar tetap bersirkulasi di dalam sistem. Fungsi dari kompresor adalah untuk menaikan tekanan dari uap refrigeran sehingga tekanan pada kondensor lebih tinggi dari evaporator yang menyebabkan kenaikan temperatur dari refrigeran. Kompresor dirancang dan diproduksi untuk dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama, karena kompresor merupakan jantung utama dari sistem refrigerasi kompresi uap dan juga kapasitas refrigerasi. Suatu mesin refrigerasi tergantung pada kemampuan kompresor untuk memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan. Kompresor berfungsi untuk menghisap uap refrigeran yang berasal dari evaporator dan menekannya ke kondenser sehingga tekanan dan temperaturnya akan meningkat ke suatu titik dimana uap akan mengembun pada temperatur media pengembun.

Gejala Kerusakan Kompresor :
- gejala berupa suara kasar pada kompresor
- Kompresi lemah

2.Evaporator
Refrigeran yang sudah berubah wujud menjadi hawa dingin akan mangkal di evaporator untuk ditiup angin dari kipas blower. Bentuknya seperti radiator aluminium dengan ukuran sangat tebal.

Gejala Kerusakan Evaporator :
- Bocor Karena Tekanan Yang Tinggi
- Kotor karena Debu
3.Dryer or Silica
Refrigeran yang bentuk awalnya berupa gas bertekanan tinggi, disaring botol dryer agar saat masuk ke dalam evaporator sudah dalam kondisi bersih dan netral. Lantaran bersifat sebagai penyaring, botol drier memiliki usia pakai antara 6-12 bulan. Ganti botol dryer setiap setahun sekali untuk performa maksimal.

Gejala Kerusakan Dryer :
- Mampet karena lama ngak di ganti
4.Expansi
Komponen ini berfungsi menurunkan tekanan dan temperatur refrigent , sehingga menimbulkan efek dingin pada evaporator sebelum dihembuskan ke Ruang Kabin

Gejala Kerusakan Expansi :
- Mampet
- Dingin Tidak maximal
5.Magnit Clutch
Kopling magnet berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin ke pulley kompresor. Jika sistem kopling mulai bekerja maka arus listrik mengalir ke kumparan elekromagnet,pelat jangkar berputar bersama-sama pulley dan jika arus listrik dimatikan kemagnetan pada kumparan elektromagnetnya hilang dan pelat jangkar lepas dari puley karena tekanan pegas pengembali, maka kompresor akan berhenti.

Gejala Kerusakan Magnit Clutch :
- Tiba-tiba ngak dingin Trus Dingin lagi
- Center Piece nya oblak jadi kompresor macet

6.Thermostart / Thermis
Thermostat ac bekerja untuk menyesuaikan dengan suhu yg kita inginkan, misalnya thermostat diletakkan di 20'C. Kalau suhu kabin lebih dari 20'C (misalnya 25'C) maka thermostat mendeteksi supaya kompressor ac bekerja untuk menurunkan suhu sampai dengan 20'C, setelah suhu ruangan (20'C) tercapai, maka kompressor ac akan mati. Dan menyala lagi jika suhu ruangan mulai naik lagi (hal ini berlangsung terus menerus selama ac dinyalakan).

Gejala Kerusakan Thermostart / Thermis :
- Suhu Terlalu dingin karena Kompresor Bekerja terus
- Ngak Mutus-Mutus
7.Kondensor
Mengubah Freon menjadi cairan yang bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi

Gejala Kerusakan Kondensor :
- Terjadi kebocoran, kotoran debu dan lumpur juga bisa merusak


Kompresor seperti jantung didalam tubuh mahluk hidup. Berfungsi  memompa refrigerant  keseluruh bagian sistim pendingin AC mobil. Kompresor yang sedang berputar sangat panas, suhu bisa mencapai 80 derajat celcius. Tetapi bila suhu kompresor terlalu panas berarti ada komponen didalamnya mengalami kerusakan. Apabila dibiarkan akan mengalami keruskan yang semakin parah. Biasanya para teknisi menyebutnya kompresor jebol. Kompresor yang sudah jebol sudah tidak bisa menyalurkan refrigerant dengan sempurna. Tekanan itu dibutuhkan untuk memberi tekanan pada selang kecil (biasanya disebut dengan selang ½  ) selang ½ akan menuju ke kondensor. Selang ½ sangat panas, karena berasal dari kompresor.
Selain selang ½ , kompresor juga dihubungkan dengan selang besar (biasanya disebut dengan selang 5/8). Selang 5/8 berasal dari evaporator, makanya selang 5/8 sangat dingin dan bisa berembun.
Tips:
Anda sendiri dapat mengetahui keadaan AC mobil dengan melihat kondisi selang AC. Apabila selang 5/8 dingin sampai berembun sedangkan di ruang kabin panas, berarti ada 2 penyebabnya, yaitu konpresor kotor atau kompresor membeku. Coba anda perhatikan pada saat anda mulai menyalakan mesin. Jika kondisi mobil anda pada awal menyalakan mesin sudah panas, padahal blower meniup angin dengan kencang berarti kompresor kotor. Anda harus membawa ke teknisi untuk melakukan servis. Apabila pada awalnya sudah dingin lalu lama kelamaan tidak dingin lagi berarti evaporator membeku. Berarti thermostat sudah rusak atau setelannya yang salah. Bawa keteknisi untuk menganalisa permasahaanya apabila setelannya salah maka dapat di setel kembali, namun jika rusak maka anda harus mengganti dengan yang baru.
Pada saat anda menghidupkan AC, maka switch AC akan mengalirkan listrik kemagnet yang berada didepan kompresor. Magnet akan menarik center pis dengan poli kompreor. Center pis menghubungkan dengan bagian dalam kompresor sedangkan poli menghubungkan dengan fan belt mesin. Pada saat center pis berputar maka as yang berada didalamnya akan mengerakkan poli – poli yang berjumlah 5 buah. Poli – poli akan menarik dan  menekan refrigerant, sehingga refrigerant akan  mengalir di sistem AC mobil. Untuk melakukan hal itu piston dilengkapi oleh karet seal sehingga menjaga tekanan diblok piston itu sendiri.
Karena piston bergerak terus menerus dengan cepat sesuai dengan putaran mesin maka dibutuhkan oli untuk mencegah kompresor overhating. Apabila tidak maka piston akan rusak dan seal karet akan koyak. Kompresor akan mengeluarkan suara berisik yang biasa disebut suara ngorok.
Suara ngorok dapat dihilangkan bila  tidak terlalu parah, misalnya menganti seal – seal yang sudah usang atau menganti kelereng. Apabila blok piston sudah termakan maka anda harus menganti semuanya dengan yang baru atau mengkanibal dari kompresor yang sudah ngak terpakai lagi.


AC mobil tidak dingin atau kurang dingin,sebenarnya adalah relatif kenapa? Karena dingin atau tidaknya tergantung dari suhu di luar kabin atau suhu di luar mobil. Kebanyakan perbedaan suhu di luar dengan di dalam kabin memiliki selisih kira-kira 10 derajat celsius. Dengan kata lain kalau suhu diluar kabin terukur 32 derajat celsius, maka sudah cukup dingin kalau suhu di dalam kabin berkisar 20 sampai 22 derajat celsius.

Begitu pun ketika pengukuran suhu di lakukan untuk ac mobil yang normal, ketika pengukuran di lakukan di mobil yang sama pada malam hari.Suhu diluar menunjukan 26,8 derajat celsius,ketika dilakukan pengukuran suhu di dalam kabin bisa mencapai 14 sampai 16 derajat celsius.

Biasanya pengukuran suhu dilakukan di grill ac untuk mengetahui kapan saat temperatur cut off dari kompressor ac seperti terlihat gambar berikut.

Sebab-sebab AC mobil tidak dingin atau kurang dingin:

1.Freon kurang atau habis
Freon kurang terjadi karena kebocoran yang terlalu kecil hanya pada tekanan tertentu,pada tekanan tersebut ada kemungkinan bocor berhenti,sehingga freon tidak sampai habis tapi pengaruhnya ac bisa kurang dingin.

2.Kondensor dan Radiator kotor
Permukaan kondensor atau radiator yang kotor akan membuat pembuangan panas dari freon gas bertekanan tinggi pada kondensor terjadi tidak sempurna sehingga proses kondensasi juga tidak sempurna.

3.Motor Cooling Fan Mati, Putaran lemah atau Putaran terbalik
Jika motor cooling fan terganggu, putaran lemah atau mati mengakibatkan pembuangan panas di kondensor tidak berjalan dengan baik. Begitu pula jika putaran motor cooling fan terbalik dalam artian  arah angin yang di hembuskan mengarah kedepan mobil, kemungkinan ini bisa terjadi karena kurang teliti. Atau karena motor cooling fan yang sama tidak di dapatkan di toko sparepart sehingga menggunakan tipe lain.

4.Field Coil atau spul magnetic clutch

Spul magnetic clutch jika mati,putus atau terbakar menyebabkan armature asembly tidak terhubung dengan puli kompressor ac yang berputar dengan mesin.

5.Tekanan dalam system AC berlebihan
Tekanan pada system ac berlebihan berkaitan dengan point 3 diatas akan menyebabkan over heat pada system ac sehingga high pressure switch bekerja dan memutus arus listrik ke Field Coil dari magnetic clutch.Atau untuk kompressor ac yang di lengkapi temperature switch jika over heating terjadi maka temperature switch yang tertanam di body kompressor bekerja dan memutus arus listrik.
Penyebab lain jika tekanan dalam sistem ac mobil berlebihan adalah freon terlalu penuh atau berlebihan sehingga ac mobil tidak dingin.

6.Kelebihan oli kompressor
System Ac memiliki volume yang tetap,jika kelebihan oli kompressor maka ruang untuk freon akan berkurang artinya jika sebuah mobil sedan membutuhkan freon seberat 0,40 kg dengan kelebihan oli kompressor maka jika 0,40 kg freon bisa masuk semua ke system ac, akan menyebabkan tekanan berlebihan. Dan jika menyesuaikan tekanan agar sesuai dengan spesifikasi standar harus mengurangi jumlah freon yang masuk,beruntung kalau hasilnya ac kurang dingin. Karena terkadang tidak mau dingin sama sekali.

7.Kompressor Aus
Kompressor AC aus biasanya di tandai dengan tekanan tidak normal,saling berkaitan jika kompressor Ac aus, sigh glass terlihat hitam,receiver driyer buntu atau expansi valve tersumbat yang masing-masing dengan indikasi tekanan yang berbeda.

8.Thermistor cooler berubah nilainya
Thermistor cooler merupakan peraba suhu di dalam rumah evaporator yang berfungsi untuk membaca perubahan temperatur kemudian di teruskan ke AC amplifier untuk mengatur waktu cut off dari kompressor.

9.Evaporator Kotor
Kotor di evaporator lebih banyak disebabkan oleh debu yang di hisap oleh blower dan menempel pada permukaan evaporator yang mengakibatkan aliran udara tersumbat.Info lengkap evaporator kotor bisa lihat disini atau penyebab evaporator beku.

10.Saluran Buang Air Kondensasi Tersumbat
Dengan tersumbatnya saluran buang air kondensasi, rumah evap akan penuh dengan air,berembun dan air akan menetes di bawah dashboard membasahi karpet mobil. Dengan air kondensasi memenuhi rumah evap mengakibatkan aliran udara dari blower tersumbat.

Jika salah satu point terjadi pada system AC mobil akibat yang di timbulkan adalah ac mobil tidak dingin atau ac mobil kurang dingin.

Tips hemat menggunakan AC (Air Conditioner) ini sebenarnya belum pernah saya buktikan. Lha, bagaimana hendak menggunakan (mempraktekkan) tips hemat ini jika AC (air conditioner) saja tidak pernah memiliki.

Sebenarnya yang paling tepat bukan bagaimana cara paling hemat dalam menggunakan AC melainkan meminimalkan pemakaian AC (air conditioner). Lebih hemat lagi jika tidak menggunakan AC (air conditioner) sama sekali dan menggantinya dengan AC alami.

Selain mengkonsumsi listrik yang sangat besar hingga mencapai 50% dari rata-rata konsumsi listrik di rumah dan kantor, bahan freon yang digunakan penyejuk ruangan ini sering kali kurang ramah lingkungan.

Bagi daerah pedesaan dengan banyak tumbuhan seperti tempat saya penggunaan AC memang tidak terlalu dibutuhkan karena dengan AC alami (jendela yang terbuka) saja cukup menyejukkan rumah. Paling jika kurang sejuk kipas angin. Namun bagi rumah yang berada di perkotaan, sulit jika hanya mengandalkan AC alami tanpa AC (air conditioner).

Karena mengandalkan AC alami tidak memungkinkan sedangkan AC (air conditioner) mengkonsumsi listrik yang sangat besar hingga mencapai 50% dari rata-rata konsumsi listrik di rumah, maka akan sangat bijak jika selama menggunakan AC kita menerapkan tips hemat dalam menggunakan AC (air conditioner).

                                                                  Blower AC

Berikut sedikit tips hemat penggunaan AC (air conditioner).

1. Pilih AC hemat energi; Saat ini sudah tersedia berbagai pilihan jenis dan merk AC yang hemat listrik (energi).
2. Pilih AC dengan freon ramah lingkungan; Pilihlah AC yang menggunakan freon yang ramah lingkungan seperti freon hidrokarbon.
3. Pilih kapasitas AC sesuai kebutuhan; Pilih kapasitas AC dengan acuan sekitar 600 BTU/jam untuk setiap meter persegi ruangan.
4. Gunakan timmer; Gunakan timmer saat hendak tidur sehingga AC (air conditioner) otomatis mati sekitar 1-2 jam setelah kita terlelap. Meski AC telah mati ruangan akan tetap sejuk hingga beberapa saat.
5. Matikan AC jika ruangan tidak digunakan dalam waktu lama.
6. Atur suhu sesuai kebutuhan; Suhu yang baik adalah sekitar 3-50 C lebih rendah dari suhu di luar ruangan. Gunakan thermostat untuk mengatur suhu sehingga suhu tidak terlalu dingin. Kenaikan 10 C dapat menurunkan konsumsi listrik sebesar 3-5%.
7. Lakukan pemeliharaan rutin; Lakukan pemeliharaan rutin sepeerti membersihkan filter AC, coil kondensor, dan sirip AC paling tidak 3 bulan sekali. Terganggunya sirkulasi udara karena debu yang menumpuk, menyebabkan kondensor mengkonsumsi lebih banyak listrik.
8. Ganti AC yang berusia tua; AC yang telah berusia 10 atau lebih umumnya membutuhkan konsumsi listrik hingga 30-50% lebih besar dibandingkan AC dengan teknologi terbaru.
9. Usahakan pintu, jendela, dan ventilasi udara tertutup saat AC dinyalakan.
Itu sedikit tips hemat dalam menggunakan AC (air conditioner). Sahabat yang mempunyai tips-tips lain untuk menghemat penggunaaan AC mungkin bisa di-share di sini.